(Kisah tentang otak nyut-nyutan, perut keroncongan, dan makanan yang (katanya) bisa menyelamatkan hari)

Di suatu sore yang mendung dan nyaris dramatis, seorang manusia bernama Windi sedang duduk di kursi rotan, memandangi langit sambil memegang sisi kepalanya yang kiri. Bukan karena galau, bukan pula karena habis ditolak pinjam uang. Tapi karena migrain.

Migrain yang satu ini beda. Datangnya tiba-tiba, tanpa aba-aba, tanpa salam. Rasanya kayak ada parade marching band di otaknya, tapi alat musiknya semua timpani. Berat. Nyut. Teratur. Mengganggu.

Dan saat itulah, muncul tokoh utama kedua dalam cerita ini: perut.

Perut Windi mulai ikut beraksi, dengan bunyi khas keroncongan yang bisa bikin alarm kebakaran kalah nyaring. Migrain dan lapar bersatu, duet maut. Tapi masalahnya, Windi bingung—lagi migrain gini, bagusnya makan apa?

Lalu muncullah si tetangga, Bu Tati. Ahli segala hal, mulai dari gosip, skincare, sampai kesehatan yang entah lulus dari mana. Dengan santainya, Bu Tati nyeletuk:

“Lho, kamu tuh jangan makan sembarangan kalau migrain. Salah-salah malah makin nyut!”

Ini namanya “Expertise by Vibes” – Keahlian berdasarkan percaya diri, bukan ijazah.

Windi pun penasaran dan mulai mengumpulkan ‘data’ ala-ala detektif warung kopi. Pertama dia tanya ke Google, lalu tanya grup WhatsApp keluarga (yang isinya lebih banyak stiker ketimbang info), dan terakhir ke dokter beneran—yaitu keponakannya yang baru semester tiga fakultas kedokteran.

Dan inilah hasil investigasinya:

  1. Pisang
    Ternyata si buah kuning ini punya kandungan magnesium yang tinggi. Katanya, magnesium itu bisa bantu ngurangin intensitas migrain. Cocok buat mereka yang kepalanya nyut tapi tetap ingin yang praktis.

Ini namanya “Nutrisi Anti Nyut” – Makan enak sambil nyembuhin kepala.

  1. Oatmeal
    Oat bukan cuma buat orang diet. Karbohidrat kompleks ini bisa jaga gula darah tetap stabil. Karena kalau gula darah turun drastis, itu bisa jadi pemicu migrain juga. Jadi, bukan mantan aja yang bisa bikin kepala sakit—gula darah juga bisa.

Ini namanya “Preventive Munching” – Makan bukan karena lapar, tapi demi keselamatan mental.

  1. Alpukat
    Selain buat topping roti orang-orang hits, alpukat ternyata mengandung lemak sehat dan potasium yang bantu menenangkan sistem saraf. Tapi kalau harganya bikin jantung nyeri, ya silakan evaluasi ulang. Migrain sembuh, dompet boncos? Dilema hidup sejati.

Ini namanya “Harga Sehat Tak Selalu Murah” – Kalau mau sehat, kadang harus berkorban.

  1. Air Putih
    Klasik, sederhana, tapi sering dilupakan. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama migrain. Kadang bukan makanan yang salah, tapi kita lupa minum. Tubuh kayak tanaman. Kalau nggak disiram, ya layu. Bedanya, tanaman layu… kita malah migrain.

Ini namanya “Hydration Nation” – Solusi termurah, tapi paling sering diabaikan.

  1. Jahe
    Ternyata bukan cuma buat masuk angin, jahe juga bisa bantu atasi mual yang sering datang barengan migrain. Bisa diseduh, bisa dimakan permen jahenya, bisa juga dihirup aromanya. Multitalenta.

Ini namanya “Aromaterapi Budget Rendah” – Nyaman di kepala, aman di kantong.

Tapi seperti hidup yang tak pernah adil, ada juga makanan yang sebaiknya dihindari saat migrain menyerang. Kayak:

Keju tua, karena mengandung tyramine, biang kerok pemicu migrain.

Cokelat, meskipun enak, bisa bikin kepala makin berdenyut.

Makanan instan dan tinggi MSG, karena MSG bisa nyumbang pada pembuluh darah otak yang malah bikin nyut makin seru.

Ini namanya “Makanan Pengkhianat” – Terlihat menggoda, tapi bikin sengsara.

Dan terakhir, saat Windi akhirnya memilih makan semangkuk oatmeal pisang dengan susu almond, ia merasa… yah, setidaknya hidup ini masih ada harapan. Migrainnya belum sepenuhnya pergi, tapi berkurang. Dan perutnya? Sudah tenang.

“Kadang,” kata Windi sambil menyeruput air jahe hangat, “mengatasi migrain itu bukan soal obat mahal. Tapi soal tahu apa yang dimakan dan kapan harus berhenti ngopi 3 cangkir sehari.”

Ini namanya “Knowing Yourself Better” – Penyembuhan dimulai dari mengenal tubuh sendiri.

Dan entah kenapa, sore itu langit terlihat sedikit lebih cerah. Atau mungkin itu cuma efek placebo. Tapi tak apa. Yang penting nyut-nya berkurang, dan hidup bisa lanjut lagi.

Jadi, kalau kamu lagi migrain dan bingung mau makan apa, ingatlah satu hal:

“Bukan cuma hati yang harus dijaga, tapi juga kepala. Dan salah satu cara menjaganya… ya, lewat piring makan.”

Begitulah. Kepala boleh berat, tapi isi perut jangan sampai kosong.

Karena ini namanya…

“Healing Through Makan” – Obat bisa mahal, tapi makanan yang tepat bisa menyelamatkan kepala (dan hari).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *