Deni meraba-raba kepalanya, berharap itu cuma mimpi. Tapi begitu duduk, rasa mual pun menyusul.

“Waduh, ini kepala gue demo kenapa sih? Kenapa yang sakit harus sebelah kanan doang? Dan kenapa harus ditemenin mual?”

Ini bukan sekadar keluhan. Ini adalah misteri yang perlu kita pecahkan bareng.

Ini namanya “Pain with Personality” – Sakit kepala pun bisa punya sisi favorit.

Ternyata, migrain itu emang suka pilih-pilih. Kadang sebelah kiri, kadang kanan, kadang dua-duanya kayak duo maut. Tapi kenapa migrain suka banget mampir di sisi kanan?

Satu kata: Saraf.

Migrain muncul karena gangguan pada aktivitas listrik otak yang ngaruh ke pembuluh darah dan saraf di sekitarnya. Dan di sisi kanan kepala kita, ada satu kumpulan saraf yang lebih sensitif. Kalau kamu lagi stress, kurang tidur, atau kelamaan mantengin layar gadget, otak bisa “error” dan muncullah migrain yang terasa nyut-nyutan di sebelah kanan.

Ini namanya “Tech Payback” – Gadget bikin update, tapi otak minta istirahat.

Lalu, mual kenapa ikut-ikutan?
Sabar, ini juga ada penjelasannya.

Waktu otak kamu diserang migrain, bagian yang namanya hipotalamus dan batang otak juga kena imbas. Dua bagian ini, selain ngatur suhu tubuh dan keseimbangan, juga punya urusan sama lambung. Nah, gangguan di sini bikin lambung kamu mulai goyang, peristaltik jadi lambat, dan rasa mual pun muncul kayak bonus yang nggak diinginkan.

Ini namanya “Satu Komando” – Kalau otak bermasalah, organ lain ikut-ikutan.

Masalahnya, orang awam sering mikir mual itu karena masuk angin. Padahal otaknya yang lagi protes karena kebanyakan ngerjain deadline sambil minum kopi, tidur 3 jam, dan makan cuma Indomie dua hari berturut-turut.

Muncul pertanyaan lagi: “Kalau udah tahu penyebabnya, kenapa migrain nggak bisa langsung hilang?”

Nah, ini dia bagian yang agak menyebalkan. Migrain itu bukan sakit kepala biasa. Dia punya jadwal, punya mood, dan suka ngambek. Kadang cuma 4 jam, kadang bisa sampai 3 hari.

Ini namanya “Drama Queen Syndrome” – Sakit kepala yang datang sesuka hati dan pergi semaunya.

Dan selama migrain masih betah nongkrong, kamu bakal ngalamin fase-fase menyebalkan:

  • Fase Prodromal – Badan lemes, mood aneh, susah fokus. Biasanya muncul sehari sebelum migrain menyerang.
  • Aura (kadang-kadang) – Muncul kilatan cahaya, penglihatan kabur.
  • Fase Nyeri – Nah ini fase utama. Kepala berdenyut, biasanya di satu sisi (kiri atau kanan), ditemani mual dan kadang muntah.
  • Fase Pasca Nyeri – Kepala udah nggak sakit, tapi badan berasa kayak habis maraton. Loyo total.

Ini namanya “Full Package Pain” – Sakit kepala yang nggak datang sendirian.

Tapi tunggu dulu, bukan berarti kamu harus pasrah. Ada beberapa trik ninja yang bisa kamu lakukan biar si migrain ini nggak betah nongkrong terlalu lama:

  • Tidur cukup. Otak kamu bukan mesin, bro. Butuh istirahat.
  • Kurangi kafein. Kopi boleh, tapi jangan overdosis.
  • Jangan skip makan. Lambung kosong bikin otak ikutan ngamuk.
  • Hindari cahaya terang. Kalau migrain udah datang, segera cari tempat gelap dan tenang.
  • Minum obat. Tapi ingat, bukan sembarang obat. Obat migrain biasanya golongan triptan atau antiinflamasi, dan harus sesuai anjuran dokter.

Ini namanya “Self Defense Mechanism” – Jangan tunggu migrain nyerang, siapkan pertahanan duluan.

Yang lebih penting lagi, kenali pemicunya. Karena tiap orang bisa beda-beda. Ada yang kambuh gara-gara makan keju, ada yang karena perubahan cuaca, dan ada juga yang cuma butuh alasan kecil kayak suara tetangga nyanyi sumbang.

Dan kalau migrain sebelah kanan kamu makin sering muncul, ditemenin mual yang makin parah, jangan sok kuat. Mending ke dokter. Siapa tahu itu bukan migrain biasa, tapi gejala dari penyakit lain yang lebih serius. Ingat, bukan semua sakit kepala itu migrain. Dan bukan semua mual itu masuk angin.

Ini namanya “Early Detection is Cool” – Ke dokter bukan berarti lemah, tapi cerdas.

Di akhir cerita, Deni akhirnya sadar. Ternyata bukan cuma bos yang harus ditakuti, tapi juga tubuh sendiri. Karena tubuh itu pintar, dia nggak pernah bohong. Begitu dia mulai kirim sinyal sakit, artinya ada sesuatu yang nggak beres.

Dan seperti biasa, tubuh nggak minta banyak. Cuma minta diperlakukan dengan hormat.

Deni pun menatap kopi dan laptopnya. Lalu dia memilih tidur siang. Migrain pun pelan-pelan pergi.

Ini namanya “Respect the System” – Kalau lo jagain tubuh, tubuh juga bakal jagain lo.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *