Di sebuah gang sempit bernama Jalan Harapan Palsu, hiduplah seorang pemuda bernama Toni. Toni ini bukan tukang bangunan, bukan juga arsitek, tapi semangat renovasinya mengalahkan kontraktor kelas kakap. Suatu hari, Toni bangun tidur dan menatap dinding kamarnya yang warnanya udah kayak cucian kelamaan direndem—pucat, lembab, dan penuh bercak misterius yang entah datang dari mana.

“Gue harus ubah hidup gue… mulai dari dinding!” katanya sambil menatap dramatis ke tembok yang seolah berkata, “Gue pasrah.”

Toni pun memutuskan: Saatnya pasang wallpaper!
Masalahnya? Dinding kamarnya lembab, lebih lembab dari hubungan tanpa status.

Ini namanya “Big Dream, Big Problem” – Punya impian gede tapi tantangannya nggak main-main.

Langkah pertama, Toni browsing. “Cara memasang wallpaper di dinding lembab.”
Yang keluar? Artikel ribet, bahasa teknis, dan solusi yang butuh alat seharga kulkas dua pintu. Toni mengelus dada, lalu ngopi. Karena kalau bingung, ya ngopi dulu, biar mikirnya lebih smooth.

Tiba-tiba datanglah si tetangga, Bang Ujang. Mantan tukang bangunan yang sekarang jadi motivator WhatsApp grup RT.

“Ton, lo mau pasang wallpaper di dinding kayak gitu? Mau wallpaper-nya nempel atau jalan-jalan sendiri ntar?”

Toni melongo. “Emang bisa, Bang?”

Bang Ujang ngeluarin rokok, nyalain, lalu mulai ceramah.
“Dengerin, ini ilmu langka. Biasa gue bagiin pas malam Jumat.”

Ini namanya “From the street, to the wall” – Ilmu dari jalanan kadang lebih manjur daripada tutorial YouTube.

  1. Keringin dulu temboknya.
    “Kalau lo pasang wallpaper langsung, udah pasti ngelupas dalam hitungan hari. Dinding lembab itu kayak mantan posesif—nggak bisa nahan kalau ada yang nempel.”

Jadi, Toni nyalain kipas, buka jendela, dan pinjam hair dryer dari kakaknya. Tiga hari dinding dikeringin kayak nyalain api unggun.

Ini namanya “Preparation is everything” – Jangan langsung hajar, siapin dulu fondasinya.

  1. Gunakan cat anti-lembab dulu.
    “Ini penting, Ton. Biar kelembapan nggak merembes ke wallpaper. Lo bisa beli cat waterproof atau sejenisnya. Agak mahal, tapi daripada lo stres tiap minggu ganti wallpaper?”

Toni nyatet dengan semangat. Ini udah kayak kuliah kilat.

Ini namanya “Invest a little, save a lot” – Modal di awal lebih baik daripada rugi terus.

  1. Pakai lem khusus.
    Lem biasa? Kata Bang Ujang, itu cuma cocok buat anak SD bikin prakarya. Toni disuruh beli lem vinyl atau lem wallpaper berkualitas tinggi. Yang bisa nempel di permukaan sulit. Yang kalau ditarik, bisa narik masa lalu juga.

Ini namanya “Don’t trust the cheap stuff” – Barang murahan nggak selamanya menguntungkan.

  1. Gunakan lining paper dulu.
    Nah ini bagian ajaib. Lining paper adalah lapisan tambahan yang ditempel dulu sebelum wallpaper. Fungsinya buat menahan lembab dan meratakan permukaan.
    “Kayak cinta, Ton. Lo harus kasih pelapis dulu sebelum nempel beneran. Biar nggak rusak.”

Toni terdiam. Meresapi. Dalem banget.

Ini namanya “Build the base before the beauty” – Penampilan bagus butuh fondasi yang kuat.

  1. Baru deh tempel wallpaper-nya.
    Setelah semua langkah dilakukan, wallpaper bisa dipasang. Tapi pelan-pelan. Kayak PDKT yang elegan. Kalau buru-buru, bisa gelembung, bisa berantakan. Toni akhirnya berhasil pasang satu sisi. Cakep. Rapi. Estetik. Bang Ujang pun tepuk tangan.

“Ton, lo lulus.”

Toni senyum lebar. “Bang, dinding kamar gue udah nggak malu-maluin lagi.”

Ini namanya “Victory of patience” – Kemenangan buat yang sabar dan nggak asal tempel.

Beberapa hari kemudian, temen-temen Toni datang main. Mereka melongo liat kamarnya.

“Wah, ini kamar siapa? Pinterest banget!”

Toni nyengir. “Hasil kerja keras dan air mata.”

Mereka nggak tahu di balik wallpaper itu ada perjuangan tiga hari ngeringin tembok, dua hari ngoles cat, dan semalam suntuk pasang dengan lem penuh harapan.

Dan yang paling penting, Toni nggak perlu pasang ulang tiap minggu. Karena dia udah tahu triknya.

Ini namanya “Knowledge wallpaper-nya lebih tahan lama dari hubungan kalian” – Pengetahuan yang bikin hasilnya awet dan nggak drama.

Jadi, kalau lo juga punya dinding lembab dan pengen pasang wallpaper? Jangan asal nekat. Lakuin kayak Toni. Karena…

Dinding lembab bukan akhir segalanya, asal lo tahu caranya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *