Migrain itu bukan sekadar sakit kepala. Ini kayak musuh bebuyutan yang muncul tanpa aba-aba, kadang pas lagi kerja, kadang pas lagi mau tidur, dan sialnya, sering datang di saat-saat penting kayak presentasi, meeting sama bos, atau pas lo lagi pengen santai di akhir pekan.
Tapi yang lebih ngeselin dari migrain itu sendiri adalah komentar orang sekitar.
“Minum paracetamol aja, beres.”
“Lagi drama ya, sakit kepala dikit aja lebay.”
Atau yang paling jahat:
“Ah paling alasan biar gak kerja.”
Padahal lo udah tahu banget, ini bukan sakit kepala biasa. Ini migrain. Dan kalau udah datang, rasanya kayak ada drummer yang lagi gladi resik di dalam otak. Plus bonus: mual, silau sama cahaya, suara jadi nyebelin, dan kadang lo cuma bisa rebahan dalam gelap, berharap dunia segera berakhir (oke, agak lebay… tapi ngerti kan rasanya?).
Nah, di tengah usaha cari solusi, dari rebus daun ini, hirup minyak itu, sampai doa-doa panjang, ada satu hal yang kadang luput: nutrisi.
Dan ngomongin nutrisi, mari kita masuk ke topik utama: vitamin apa yang bisa bantu menghentikan migrain?
- Vitamin B2 – Si Kecil Serba Bisa
Namanya mungkin gak sepopuler vitamin C, tapi B2 alias riboflavin ini bisa dibilang pahlawan tanpa tanda jasa. Beberapa studi nunjukin bahwa konsumsi 400 mg vitamin B2 per hari bisa bantu menurunkan frekuensi dan durasi serangan migrain.
Ini bukan sulap, tapi logika. Vitamin B2 bantu produksi energi di dalam sel. Nah, salah satu penyebab migrain adalah sel-sel otak yang kelelahan gara-gara kekurangan energi. Jadi kalau lo kasih amunisi (alias B2), otak gak gampang ‘ngambek’.
Dan yang keren, vitamin ini bisa didapetin dari makanan sederhana: telur, susu, hati ayam (yes, hati ayam, bukan hati mantan).
- Magnesium – Mineral yang Sering Diabaikan
Kalau tubuh lo itu mobil, maka magnesium adalah oli-nya. Tanpa magnesium, sistem saraf lo gampang korslet. Dan tahukah lo? Orang yang sering migrain itu ternyata punya kadar magnesium yang lebih rendah dari normal.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan magnesium sebesar 400-500 mg sehari bisa bantu mengurangi intensitas migrain. Bukan berarti lo langsung bebas migrain selamanya, tapi ibaratnya kayak dikasih ‘perisai’ biar gak gampang diserang.

Lo bisa dapet magnesium dari kacang-kacangan, alpukat, bayam, sampai cokelat hitam. Yes, alasan baru buat makan cokelat—terima kasih, sains!
- Vitamin D – Cahaya yang Menenangkan
Pernah gak merasa migrain lo lebih sering datang pas musim hujan atau lo jarang keluar rumah? Mungkin jawabannya ada di vitamin D.
Vitamin D gak cuma penting buat tulang. Ia juga berperan dalam fungsi saraf dan imunitas. Dan beberapa studi menyebutkan bahwa orang dengan kadar vitamin D rendah cenderung lebih sering mengalami migrain.
Jadi, bukan berarti lo harus berjemur tiap pagi sambil buka baju kayak iklan minyak angin. Tapi pastikan asupan vitamin D cukup—baik dari sinar matahari ataupun suplemen (yang direkomendasikan dokter tentunya).
- CoQ10 – Si Anti-Lelah
Oke, ini bukan vitamin, tapi sifatnya mirip. Coenzyme Q10 (CoQ10) adalah zat yang membantu produksi energi di sel. Dan, seperti B2, ia juga terbukti bantu mengurangi frekuensi serangan migrain.
Dosis yang biasa direkomendasikan adalah sekitar 100 mg per hari. Tapi ya, sebelum beli CoQ10 dan minum sembarangan, mendingan konsultasi dulu. Soalnya tubuh orang beda-beda, dan bisa jadi yang manjur buat A belum tentu cocok buat B.
Oke, Tapi Kenapa Vitamin Bisa Ngaruh?
Gampangnya begini: otak itu organ yang boros energi. Dia makan banyak oksigen, butuh suplai darah yang stabil, dan sensitif banget sama ketidakseimbangan. Jadi kalau ada kekurangan nutrisi—walau sedikit—efeknya bisa terasa banget.
Migrain seringkali disebabkan oleh kombinasi faktor: stres, hormonal, kurang tidur, dan tentu saja—kekurangan nutrisi penting yang bantu fungsi otak.
Dengan kata lain, lo gak bisa mengandalkan ibuprofen doang. Atau ngelus-ngelus pelipis sambil nyalahin nasib.
Migrain itu tanda. Tanda bahwa tubuh lo minta perhatian.
Tapi Tunggu Dulu… Ini Bukan Iklan Suplemen
Sekali lagi, ini bukan promosi suplemen. Karena vitamin bukan peluru ajaib. Kalau lo pikir minum B2 seminggu terus migrain lenyap kayak hutang dibayar tunai, ya… mimpi. Butuh waktu. Butuh konsistensi. Dan butuh gaya hidup yang lebih selaras.
Tidur cukup. Makan teratur. Olahraga ringan. Jauhkan stres toxic. Dan jangan lupa hidrasi.
Dan kalau migrain lo makin parah, lebih sering dari biasanya, atau disertai gejala lain yang aneh, ya tolong… jangan cuma googling. Pergi ke dokter. Karena bisa jadi, yang lo alami bukan migrain biasa.
Vitamin memang bukan superhero yang bisa langsung ngusir migrain. Tapi mereka kayak pasukan kecil yang bantu jaga pertahanan tubuh dari dalam. Lo mungkin gak sadar saat mereka kerja. Tapi saat mereka absen, barulah efeknya terasa.
Jadi daripada nunggu sampai otak lo ngambek total, kenapa gak mulai jaga dari sekarang?
Migrain itu bukan lelucon. Tapi kalau kita peka, bisa jadi… dia adalah cara tubuh bilang:
“Eh, gue butuh lo buat jaga gue juga, bukan cuma lo yang capek-capek kerja.”
Dan akhirnya, pertanyaannya bukan lagi:
“Vitamin apa yang bisa bantu hentikan migrain?”
Tapi:
“Apakah lo udah kasih tubuh lo apa yang dia butuh?”
Mau kamu percaya atau nggak, kadang migrain bukan datang untuk menghukum, tapi untuk ngingetin.