(Edisi: Makanan Bisa Lebih Berbahaya daripada Mantan)

Di sebuah rumah kontrakan kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Raka. Umurnya baru 27, tapi wajahnya udah kayak kakek umur 50—semua gara-gara migrain yang suka mampir tanpa undangan. Dan hari itu, seperti biasa, migrain datang lagi.

“Arrghhh… sakit banget!”
Raka nahan kepala sambil selonjoran di sofa, ditemani kipas angin yang udah megap-megap karena over kerja.

Sambil meringis, dia buka HP dan ketik:
“Migrain gak boleh makan apa?”
Google pun langsung jawab: cokelat, keju tua, MSG, kopi, dan makanan instan.

“Yaelah, ini makanan harian gua semua,” kata Raka sambil nunjuk rak dapur yang isinya cuma dua: mi instan dan kopi sachet.

Ini namanya: “Diet Menantang Takdir” – Makan apa yang lo suka, meskipun kepala lo gak setuju.

KEJU, COKELAT, DAN PENGKHIANATAN RASA

Besoknya, Raka nekad makan pizza empat keju bareng temennya, sambil bilang,
“Kayaknya migrain gue udah sembuh.”
Satu jam kemudian, kepalanya berdenyut kayak genderang perang.

Temennya cengengesan, “Bro, itu keju tua, bukan keju muda lugu. Ada tyramine di dalamnya. Pemicu migrain kelas kakap!”
Raka ngangguk-ngangguk sambil nyari minyak kayu putih.

Ini namanya: “Don’t Judge Food by Its Taste” – Enak di lidah, belum tentu damai di kepala.

MSG: PENAMBAH RASA, PERUSAK HARI

Hari Jumat siang, Raka makan mi ayam di warung favorit. Tiga sendok kuah, dua sendok sambal, dan setengah piring kerupuk. Luar biasa mantap.

Tapi malemnya, dia ngerasa kayak dipukul godam. Kepalanya cenat-cenut, lampu jadi musuh, dan suara tetangga nyanyi karaoke jadi penyiksaan.

Dia baru inget, “Kata orang, MSG itu bikin migrain.”
Terlambat.
Ini namanya: “Instant Regret” – Karena makanan instan memang cepat, termasuk dalam nyakitin lo.

KOPI DAN CINTA BERACUN

Raka punya prinsip: hidup tanpa kopi itu kayak nonton film action tanpa ledakan. Hambar. Tapi kenyataannya, setiap kali dia minum dua gelas, kepalanya langsung demo kayak mahasiswa rebutan mikrofon.

Temennya bilang, “Kopi itu tricky. Kalau lo minum terlalu banyak, pembuluh darah di otak lo bisa menyempit terus melebar cepat. Boom! Migrain.”

Raka menjawab, “Berarti minum sedikit aja?”
Temennya nyengir, “Iya. Tapi jangan minum terus-terusan tiap hari. Bisa kecanduan.”

Ini namanya: “Love-Hate Relationship” – Lo cinta kopi, tapi dia malah sering ninggalin lo pas lagi butuh damai.

DAGING OLAHAN DAN KENYATAAN PAHIT

Suatu malam, Raka beli hot dog diskonan di minimarket. Isinya sosis, saus, dan harapan bahwa hidup akan baik-baik saja.
Sayangnya, 2 jam kemudian, kepalanya berdenyut kayak alarm rumah tetangga.

Ternyata sosis mengandung nitrat—zat pengawet yang bisa memicu pelebaran pembuluh darah di otak.
Raka ngerasa dikhianati oleh makanan murah.

Ini namanya: “Cheap Thrill, Expensive Consequence” – Murah di dompet, mahal di kesehatan.

CUKUP, RAKA! WAKTUNYA SADAR

Akhirnya, setelah sekian kali disiksa kepala sendiri, Raka mulai tobat. Dia tulis di dinding dapurnya:

Dan dia tambahin:
YES air putih, YES makan teratur, YES tidur cukup, YES hidup damai.

  • NO keju tua
  • NO makanan kaleng
  • NO MSG berlebihan
  • NO kopi 3 cangkir
  • NO daging olahan

Temennya datang, kaget lihat dapurnya penuh buah dan sayur.
“Lo siapa? Raka mana?!”
Raka jawab sambil ketawa, “Gue yang baru. Yang udah berdamai sama kepala gue sendiri.”

Ini namanya: “Self Awareness” – Paling nggak, lo harus lebih kenal isi kepala lo daripada isi kulkas lo.

EPILOG: KEPALA BEBAS, HIDUP LEBIH RINGAN

Migrain itu bukan musuh yang bisa dikalahkan dengan panadol doang. Kadang, yang perlu lo kalahin adalah isi piring lo sendiri.

Jangan sampai lo harus tumbang cuma karena makan enak tapi salah. Kadang, kepala kita cuma pengen diajak kompromi.

Dan buat lo yang baca ini sambil nahan denyut di kepala, coba deh periksa lagi:
Apa lo tadi makan cokelat?
Apa tadi lo minum kopi dua cangkir sekaligus?
Apa tadi lo nyeruput mi instan sambil nonton drama Korea?

Kalau iya, ya wajar aja kepala lo protes.
Ini namanya: “Food Karma” – Apa yang lo makan, bisa balas dendam dalam bentuk migrain.

Jadi, buat yang sering migrain… yuk, jangan cuma urus hati. Urus juga isi piring!

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *