Pernah nggak sih, kamu lagi duduk santai, ngopi, nonton drama Korea, eh tiba-tiba BOOM! Kepala kayak dihantem ratusan godam, tapi nggak kelihatan siapa pelakunya? Itulah migrain. Penyakit yang nggak punya wujud tapi sukses bikin kamu pengen jedotin kepala ke kasur… atau tembok.
Nah, pertanyaan klasik pun muncul: “Migrain dipijat apa ya?”
Oke, mari kita bongkar misteri ini, tapi dengan gaya santai ala ngobrol di warung kopi. Tanpa istilah medis yang bikin ngantuk. Dan tanpa harus menyebut-nyebut “terapi revolusioner yang dikembangkan ilmuwan dari Swiss”, karena sejatinya… leher kita tegang aja udah cukup bikin dunia berputar.
Kasus Hari Ini: Si Ujang Migrain
Jadi begini ceritanya…
Si Ujang, 29 tahun, karyawan swasta yang saban hari kerja di depan laptop. Duduk dari pagi sampe sore. Makan kadang lupa, minum air putih ganti sama kopi sachet. Pas pulang, dia bukan bawa laporan kerjaan, tapi oleh-oleh migrain yang nempel di pelipis.
“Gue udah minum obat, bro. Tapi tiap dua hari kambuh lagi,” katanya sambil megang kepala.
Lalu muncullah si Joni, teman sejawat yang sok tahu tapi kadang bener.
“Lo dipijat aja, Jang. Tapi jangan asal pijat. Migrain itu, bro, kayak mantan… kalau asal ditangani, malah makin nyangkut.”
Pijatan Bukan Sembarang Pijatan
Nah, kita bahas nih: migrain itu sebetulnya bisa reda dengan pijatan. Tapi, bukan sembarang pijat urut. Lo bukan keseleo, bro. Yang dibutuhkan adalah teknik yang tepat, kayak:
- Pijatan pada Titik-Titik Tekanan (Acupressure)
Pijatan ini dilakukan di titik-titik tertentu yang konon katanya terhubung sama saraf-saraf yang bikin kepala cenat-cenut. Titik paling terkenal:
- Antara ibu jari dan telunjuk
- Di pelipis
- Di tengkuk bagian belakang
- Sekitar alis dan mata
Ditekan lembut, diputar pelan. Kalau ngantuk, itu tandanya bener.
- Pijatan Leher dan Bahu
Karena banyak migrain itu disebabkan ketegangan otot di leher dan bahu. Lelah duduk depan komputer, posisi salah, jadinya otot tegang dan sirkulasi darah ke otak pun kayak jalan tol macet.
Makanya, bagian ini wajib dipijat sampai leher kerasa lebih ringan dari beban cicilan motor. - Pijatan Aromaterapi
Kalau mau naik level, cobain pijat pakai minyak lavender atau peppermint. Serius, wanginya itu kayak nge-reset kepala.
Pijatan jadi double effect: rileks di otot dan damai di hati.
Tapi Jangan Salah Pilih Tukang Pijat!
Nah ini penting, bro. Banyak orang mikir semua tukang pijat bisa ngilangin migrain. Padahal kalau salah pencet, yang tadinya migrain bisa berubah jadi migrain + encok.
Pastikan yang mijet paham anatomi dasar kepala dan leher. Jangan yang asal remas-remas. Pijatan untuk migrain itu bukan adu kuat, tapi adu akurat.
Kenapa Bisa Ampuh?
Kok bisa sih pijatan doang nyembuhin migrain?
Simpelnya gini:
Migrain itu bukan cuma masalah di kepala, tapi kadang karena stres, postur tubuh yang jelek, kurang minum, kurang tidur, dan overthinking kenapa si dia belum balas chat.
Pijatan bantu:
- Melancarkan sirkulasi darah
- Meredakan ketegangan otot
- Mengaktifkan sistem saraf parasimpatis (alias mode rileks)
- Mengalihkan perhatian dari rasa sakit
Kalau kata ahli, ini reaksi alami tubuh yang diberi sinyal: “Tenang, semuanya aman.”
Penting: Migrain Akut Bukan Cuma Butuh Pijatan
Nah, jangan salah kaprah juga. Kalau migrainnya udah seminggu gak sembuh-sembuh, kepala kayak ditusuk, mual hebat, atau bahkan sampai penglihatan kabur—ya jangan maksa dipijat terus. Itu kode keras dari tubuh buat kamu ke dokter.
Pijatan itu solusi bantu, bukan obat dewa. Kayak payung saat gerimis. Tapi kalau udah badai topan, ya… masuk rumah dulu lah.
Ujung-Ujungnya, Hidup Juga Butuh Balance
Migrain itu sinyal dari tubuh yang bilang:
“Bro, lo kebanyakan mikir, tapi kurang istirahat.”
Pijatan mungkin bisa bantu ngilangin nyerinya, tapi gaya hidup kamu tetap harus dibenahin.
- Kurangin kopi sachet
- Tidur yang cukup
- Jangan scroll TikTok ampe jam 2 pagi
- Coba stretching ringan tiap 2 jam
Karena sejatinya, tubuh kita itu bukan robot.
Kalau dipaksa terus, ya mogok juga.
Jadi Migrain Dipijat Apa?
Dipijat dengan penuh kesadaran.
Pakai teknik yang tepat.
Di tangan orang yang paham.
Dan yang paling penting: disertai perubahan pola hidup.
Karena tubuh kita… bukan tempat sampah buat stres dan jam kerja yang ngawur.
Dan siapa tahu, saat kepala udah nggak berisik lagi… kamu bisa mulai dengerin suara hati sendiri yang selama ini dikalahkan sama notifikasi email.
Dan ingat:
Pijatan yang benar bukan cuma ngilangin migrain,
tapi juga bikin kamu sadar:
Kadang kepala berat bukan karena migrain,
tapi karena terlalu lama mikirin hal yang nggak penting.
Noted. Sekarang tinggal pijat, dan tarik napas panjang. Dunia nggak seberisik itu, kok.
