Di sebuah kantor kecil dengan AC yang lebih sering mati daripada nyala, duduklah seorang karyawan bernama Dodi. Tiap siang menjelang, dia mulai pegang kepala. Bukan karena mikirin cicilan, tapi karena migrain yang datang kayak mantan—nggak diundang, muncul tiba-tiba.

“Bro, kayaknya gue mati gaya nih. Kepala gue cenat-cenut!” kata Dodi sambil meringis.

Teman sekantornya, Joni, cuma geleng-geleng kepala sambil nyeruput kopi sachet yang udah tiga kali diseduh ulang. “Lo makan apa pagi tadi?” tanya Joni, sok jadi detektif rasa ahli gizi.

“Nasi uduk, telur balado, sama es kopi susu. Emangnya kenapa?”

Joni langsung nyengir. “Fix. Itu dia penyebabnya. Lo nggak tau, ya? Ada makanan yang bisa bikin migrain makin heboh, tapi ada juga yang bisa ngeredain!”

Ini namanya “Food Detective Skill” – Kemampuan membaca isi perut demi menyelamatkan otak dari perang urat.

  1. Pisang, si penyelamat darurat

Migrain itu kadang datang karena tubuh kekurangan magnesium. Nah, pisang kaya banget sama mineral ini. Jadi kalau tiba-tiba kepala mulai berdetak seperti genderang perang, coba makan pisang satu atau dua.

Ini namanya “Banana Healing” – Ketika buah murah meriah bisa jadi pahlawan nasional di medan tempur kepala.

  1. Almond, kacang kecil rasa dewa

Dodi awalnya ngerasa makan kacang tuh nggak ngaruh apa-apa, kecuali bikin gatel. Tapi ternyata almond bisa bantu melemaskan pembuluh darah dan menurunkan tekanan—dua hal yang erat banget sama migrain.

Makan segenggam almond bukan cuma bikin kenyang, tapi bisa juga bikin kamu gak perlu minum obat.

Ini namanya “Snack Smart” – Ngemil sambil nyembuhin, bukan cuma sekadar ngisi waktu.

  1. Sayuran hijau, bukan hiasan piring semata

“Brokoli? Bayam? Aduh, itu kan makanan kelinci!” kata Dodi sambil meringis. Tapi Joni langsung ngibasin sisa mie goreng dari tangannya dan berkata dengan bijak:

“Lo tau nggak, sayuran hijau itu penuh folat dan vitamin B yang bisa bantu ngatur zat kimia di otak. Termasuk serotonin, biang kerok dari migrain lo itu!”

Ini namanya “Eat to Think” – Ketika sayuran bukan cuma buat diet, tapi juga buat hidup lebih waras.

  1. Air putih, si underrated hero

Kadang kita nyari solusi yang ribet. Padahal, minum air aja udah bisa mencegah migrain. Kekurangan cairan bikin pembuluh darah di otak menyempit, dan… boom! Kepala meledak dalam diam.

Dodi, yang biasanya minum cuma pas makan pedes, akhirnya mulai bawa botol air 1 liter ke kantor.

Ini namanya “Hydration Nation” – Revolusi minum air demi kepala yang tentram.

  1. Jahe, si rempah petarung

Kalau migrain udah bikin mual, coba seduh air jahe. Selain anget di tenggorokan, jahe juga bantu ngurangin peradangan dan rasa sakit di kepala.

Joni selalu punya stok jahe bubuk di laci meja. Pas Dodi coba, eh… beneran enak dan bikin rileks.

Ini namanya “Spice It Right” – Ketika dapur bisa jadi apotek alami.

  1. Ikan berlemak, si omega-3 warriors

Sarden, salmon, atau makarel tuh penuh sama omega-3. Zat ini bantu ngurangin peradangan di otak. Jadi kalau lagi niat masak atau punya stok kalengan, makanlah si ikan-ikan ini.

Tapi ingat, jangan digoreng pakai minyak jelantah tiga kali pakai. Nanti migrainnya malah demo besar-besaran.

Ini namanya “Catch of the Cure” – Ketika laut menyumbangkan pasukan buat ngalahin migrain.

  1. Cokelat hitam, si pahit yang manis manfaatnya

“Dodi, lo suka cokelat, gak?” tanya Joni.

“Suka sih… tapi biasanya yang manis banget.”

“Ah, itu mah bikin tambah migrain. Coba deh dark chocolate. Yang kadar kakaonya tinggi. Itu punya magnesium dan antioksidan juga!”

Ini namanya “Bitter Healing” – Kadang yang pahit itu justru yang nyelametin lo.

  1. Hindari makanan pemicu migrain

Dari semua yang bisa dimakan, ada juga yang harus dihindari: keju tua, makanan yang diawetkan, MSG berlebihan, dan kafein terlalu banyak.

“Jadi, bukan cuma soal apa yang lo makan, tapi juga soal apa yang lo hindarin,” kata Joni, bijak, layaknya biksu vegetarian.

Ini namanya “Food Filter” – Menyaring makanan demi kepala yang adem.

Akhir Cerita: Dari Migrain ke Pencerahan

Beberapa minggu kemudian, Dodi udah berubah. Bukan jadi vegetarian atau foodie, tapi jadi manusia yang sadar makanan.

“Bro, sekarang gue kalau mulai cenat-cenut, langsung ambil pisang atau air putih. Gue udah pensiun dari es kopi susu siang-siang,” katanya bangga.

Joni mengangguk dengan senyum bangga, layaknya guru yang muridnya akhirnya paham rumus.

Ini namanya “Life Upgrade” – Ketika dari migrain lo belajar untuk lebih sayang sama diri sendiri.

Jadi, kalau besok migrain datang kayak tamu tak diundang, jangan panik. Lihat isi kulkas. Siapa tahu, penyelamatnya udah nungguin lo dari balik rak sayur.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *