Di suatu pagi yang terlihat damai, di sudut sebuah kamar kos sempit berukuran 3×3, seorang manusia dewasa bernama Reno tengah memandangi langit-langit. Tapi bukan karena sedang menikmati hidup. Oh tidak, kawan. Reno sedang mengutuk nasib sambil menahan rasa ingin memukul kepalanya sendiri—tepat di bagian kanan.
“Ya ampun, kenapa sih kepala ini sakitnya sebelah doang? Emang dosa gue apa?” renungnya sambil meringkuk seperti udang rebus setengah matang.
Ini namanya “One-Sided Pain Drama” – Ketika hidup lo cuma sakit di satu sisi, tapi rasanya kayak dunia ikut miring.
Lalu Reno teringat ucapan temannya:
“Kalau sakit kepala sebelah kanan, itu namanya migrain. Coba deh minum kopi. Katanya bisa bantu.”
Tapi setelah dua gelas kopi dan satu gelas susu kental manis yang lebih manis dari senyuman mantan, migrain itu masih betah. Reno cuma bisa mengelus dada—dan kepala.
Nah, sekarang mari kita bahas. Kenapa sih migrain bisa muncul cuma di sebelah kanan? Bukannya kalau sakit kepala, ya udah sakit aja, rata semua? Kenapa harus pilih sisi, seolah-olah kepala kita itu lapangan bola?
Ternyata, migrain ini bukan sembarang sakit kepala. Dia punya karakter. Punya gaya. Kalau dia manusia, mungkin dia tipe yang suka pakai jas dan parfum mahal tapi ujung-ujungnya bikin kita nangis darah.
Ini namanya “Pain with Personality” – Sakit yang punya selera dan nggak suka rame-rame.
Menurut para ahli yang kerjaannya emang mikirin kenapa manusia bisa pusing, migrain itu adalah hasil dari kombinasi sinyal saraf, pembuluh darah yang melebar, dan ketidakseimbangan senyawa kimia di otak. Ketika semua itu terjadi secara ajaib di sisi kanan otak, ya jadilah migrain sebelah kanan. Simple? Nggak juga.

Ini namanya “Biological Chaos” – Ketika tubuh lo bikin drama yang bahkan lo sendiri nggak paham.
Tapi tunggu dulu, kenapa bisa kejadian di kanan doang? Ini bukan karena otak kiri lo ngambek atau otak kanan lagi overthinking. Ada banyak faktor yang bisa bikin si migrain mampir ke kanan doang, mulai dari stres, pola tidur kacau, hormon yang main jungkat-jungkit, sampe pencahayaan ruangan yang terlalu terang kayak masa lalu yang belum bisa dilupakan.
Reno sendiri sadar, belakangan dia sering begadang ngerjain desain sampai jam 3 pagi. Sarapan? Lupa. Air putih? Jarang. Mata? Terpaku ke layar 12 jam sehari. Kepala? Protes.
Ini namanya “Modern Martyr” – Pengorbanan era digital yang dibayar pakai nyut-nyutan kepala.
Kadang-kadang, migrain juga muncul karena faktor keturunan. Jadi kalau ibumu dulu juga sering pusing sebelah, selamat! Kamu bukan sendirian di dunia ini. Ada jalur genetik yang menyambutmu dengan tangan terbuka.
Dan jangan lupa faktor makanan. Cokelat, keju, makanan ber-MSG, dan bahkan… durian. Yep, si raja buah juga bisa jadi raja migrain kalau tubuhmu nggak cocok.
Ini namanya “Culinary Betrayal” – Makanan yang kelihatannya bahagia, tapi nyatanya menyimpan luka.
Kembali ke Reno. Setelah sekian lama berkutat dengan pusingnya, akhirnya dia memutuskan untuk ke dokter. Bukan karena udah nggak kuat, tapi karena dia sadar:
“Gue lebih rela kehilangan duit buat konsultasi, daripada kehilangan kesadaran karena nahan nyeri.”
Dokternya bilang:
“Migrain sebelah kanan itu umum, tapi bukan berarti boleh dibiarin. Bisa makin sering, makin parah, dan bisa bikin lo sulit kerja. Harus dikontrol dari gaya hidup.”
Akhirnya Reno mulai berubah. Dia tidur lebih awal. Sarapan rutin. Kurangi kopi. Dan yang paling berat—mengurangi drama kehidupan.
Ini namanya “Healing Process” – Ketika lo sadar, sakit itu bukan untuk dikeluhkan, tapi dihadapi.
Jadi, buat kamu yang sering pusing sebelah kanan, jangan cuma disiram minyak angin lalu pasrah. Kenali pemicunya. Coba catat: kapan munculnya, habis ngapain, dan makan apa. Kalau bisa dihindari, hindari. Kalau udah terlalu sering, jangan sok kuat—periksa ke dokter.
Ingat, hidup ini terlalu indah buat dilewatkan sambil mengerang di kasur gelap sendirian.
Dan kalau suatu hari kamu terbangun dengan kepala nyut-nyutan di sisi kanan lagi, sambil melihat jam menunjukkan pukul 2 pagi, coba tarik napas dan bilang pelan:
“Tenang, ini bukan karma. Ini cuma tanda kalau tubuh gue butuh libur.”
Ini namanya “Self-Awareness Upgrade” – Migrain bukan akhir dunia. Tapi bisa jadi awal untuk hidup lebih waras.
Jadi, kenapa sering migrain sebelah kanan?
Karena mungkin tubuh lo udah berusaha kasih kode sejak lama… tapi lo sibuk cuek.