Di sebuah kantor kecil yang dipenuhi tumpukan kertas, kopi sachet, dan mimpi-mimpi yang belum digaji, hiduplah seorang karyawan bernama Dita. Umurnya 30-an, mukanya polos tapi dompetnya udah tua. Setiap hari kerjaannya ketik-ketik, ngerjain laporan, dan pastinya… migrain.

Migrain ini kayak mantan yang masih belum move on. Datengnya tiba-tiba, bikin pusing, dan susah diusir. Tapi Dita bukan orang sembarangan. Suatu hari, pas lagi megang kepala sambil ngomel-ngomel, dia ngomong:

“Gue nggak mau hidup diginiin terus!”

Ini namanya “Pain Point Realization” – Saat lo sadar, lo layak hidup lebih baik daripada cuma jadi korban rasa nyut-nyutan di kepala.

Jadi, dimulailah misi pencarian rahasia:
“Bagaimana cara agar migrain tidak kambuh lagi?”

  1. Menjaga Pola Tidur = Investasi Otak

Dita mulai dari hal paling sederhana: tidur. Biasanya, dia tidur jam 1 pagi gara-gara scroll TikTok sampe ketemu video kucing berdansa. Tapi setelah sadar kalau hidupnya udah kayak sinetron yang tayang ulang, dia mutusin buat tidur jam 10 malam.

Dan ternyata… migrainnya mulai jarang dateng.

Ini namanya “Respecting The Brain’s Deadline” – Otak lo juga punya jam kerja. Kalau lo paksa lembur terus, ya jangan heran dia ngasih SP1 dalam bentuk migrain.

  1. Makan Teratur, Bukan Ngemil Trauma

Dulu, Dita sering skip sarapan. Alasannya? Buru-buru kerja. Padahal dia juga tau, perut kosong itu sahabat karibnya migrain. Akhirnya dia nyiapin oat instan di meja kantor. Nggak fancy sih, tapi bisa nolong.

Kadang dia juga ngurangin makanan pemicu: cokelat, keju, mie instan.
Ini namanya “Diet of Dignity” – Kalau lo sayang kepala lo, lo harus tega ninggalin makanan yang jadi biang kerok migrain, meskipun seenak itu.

  1. Minum Air Bukan Cuma Pas Haus

Dita sadar, tubuhnya kekurangan air itu kayak sinyal WiFi lemah – bikin pusing dan emosi. Jadi dia mulai bawa tumbler ke mana-mana. Targetnya: minimal 2 liter sehari.

Dan ajaib, tiap kali dia disiplin minum, kepala rasanya lebih enteng.

Ini namanya “Hydration Nation” – Lo nggak bisa mikir jernih kalau isi kepala lo kayak gurun Sahara.

  1. Kelola Stres, Jangan Cuma Dipeluk

Dulu tiap kali deadline mepet, Dita langsung cenat-cenut. Tapi sekarang dia mulai latihan tarik napas, meditasi, dan… curhat. Bukan curhat di status, tapi ke orang yang beneran dengerin.

Bahkan kadang dia izin cuti cuma buat rehat dari dunia fana ini.

Ini namanya “Emotional First Aid” – Karena kadang penyebab migrain bukan fisik, tapi batin yang kepleset.

  1. Olahraga Ringan, Bukan Marathon Hati

Nggak perlu nge-gym sampe keringetan kayak abis lari dari utang. Dita cukup jalan kaki tiap pagi sambil dengerin playlist mellow. Katanya, tiap 30 menit jalan kaki, migrainnya makin malas mampir.

Ini namanya “Motion is Medicine” – Gerak dikit, tapi dampaknya gede. Kadang tubuh cuma minta diajak jalan, bukan diajak drama.

  1. Pahami Pola Migrain Sendiri

Dita mulai nyatet kapan aja migrain muncul. Hari apa, jam berapa, habis makan apa, lagi stres apa. Dari situ dia tau: ternyata migrainnya sering muncul habis tidur siang kelamaan. Jadi dia mulai ngatur semuanya biar nggak kecolongan lagi.

Ini namanya “Know Your Enemy” – Kalau lo ngerti musuh lo, lo bisa siapin strategi sebelum diserang.

  1. Konsultasi, Bukan Sok Tahu

Setelah semua usaha, Dita juga sempet dateng ke dokter spesialis saraf. Dites, ditanya-tanya, dikasih obat pencegah migrain. Obat itu bukan untuk nyembuhin, tapi bantu jaga supaya migrain nggak dateng-dateng lagi. Dan itu… bekerja.

Ini namanya “Call The Pros” – Jangan malu cari bantuan. Kadang pahlawan sejati itu berjubah jas putih.

Akhirnya…

Setahun kemudian, Dita jadi manusia baru. Migrainnya jarang mampir, hidupnya lebih teratur, dan dompetnya… ya masih sama, tapi setidaknya isi kepalanya nggak meledak tiap minggu.

Dan suatu hari, pas liat temennya ngeringkuk sambil megang kepala, Dita cuma senyum dan nyeletuk:

“Migrain itu bukan kutukan. Cuma alarm tubuh yang minta lo lebih waras dalam hidup.”

Ini namanya “Healing is a Lifestyle” – Bukan soal cari obat, tapi cari hidup yang lebih seimbang.

Jadi, gimana cara agar migrain nggak kambuh lagi?
Mulai dari tidur cukup, makan teratur, minum air, olahraga, kelola stres, catat pola, dan… jangan gengsi ke dokter.

Migrain bukan buat ditahan. Tapi buat disadari, dipahami, dan diatasi.

Karena hidup tuh udah cukup ribet, jangan ditambahin sama nyut-nyutan yang bisa dicegah.

Mau mulai dari mana?
Mulai dari sayang sama kepala lo sendiri.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *