Di sebuah kantor penuh deadline dan sisa kopi kemarin sore, duduklah seorang karyawan bernama Rudi. Ia sedang memandangi layar komputer, tapi wajahnya kayak abis liat tagihan kartu kredit digabung sama notifikasi mantan nikah.
“Duh, kenapa ya kepala gue cenut-cenut begini… sebelah kanan doang lagi,” gumamnya sambil mijit-mijit pelipis.
Ini namanya The Silent Killer – sakit kepala yang datang diam-diam, tapi bikin hidup rasanya pengen di-pause sebentar.
Seketika, datanglah Budi, temen sekantor yang selalu merasa jadi dr. Oz versi receh. “Wah, sakit kepala sebelah kanan tuh tandanya kamu kebanyakan mikir sebelah otak kanan. Artinya kamu kebanyakan imajinasi, kurang logika!” katanya sambil nyeruput kopi sachet rasa durian.
Rudi bengong. Ini namanya Toxic Advice – nasehat nggak berdasar yang lebih cocok buat ditulis di status Facebook tahun 2010.
Lalu datanglah Mbak Rara, yang hobinya yoga dan minum jus seledri tiap pagi. “Rudi, kamu pasti kurang detoks. Coba besok puasa bicara. Otak juga butuh istirahat, bukan cuma mulut.”
Ini namanya Pseudoscience Glamour – teori kesehatan yang terdengar keren tapi ujung-ujungnya ngasih solusi ala mistik.
Akhirnya Rudi pun keluar kantor, niatnya mau ke apotek. Tapi karena kepalanya makin berat sebelah, dia belok ke warung bakso dulu.
“Mas, bakso satu. Tapi kuahnya dipisah ya, kepala saya lagi error,” kata Rudi.

Penjual bakso langsung nyaut, “Lagi banyak pikiran ya, Mas? Biasanya tuh yang sakit kepala sebelah kanan itu karena tidur nggak cukup, stres, sama kurang minum air putih. Coba aja minum jahe anget.”
Rudi manggut. This is it. Ini namanya Street Wisdom – ilmu kesehatan dari abang bakso yang sering lebih bener daripada forum online.
Setelah makan, Rudi pun mampir ke klinik. Dokternya, seorang wanita muda yang terlihat fresh dan nggak judgmental, langsung nanya, “Kepala sakit sebelah kanan aja atau sampai ke leher?”
“Sebelah kanan aja, Dok. Tapi kayak ditusuk-tusuk kecil, terus kadang nyebar ke mata,” jawab Rudi.
Dokternya pun menjelaskan dengan sabar.
“Kalau sakitnya tajam dan hanya satu sisi, kemungkinan besar itu migrain. Bisa juga karena tensi tinggi, saraf kejepit, atau bahkan sinusitis. Tapi kalau udah lebih dari 3 hari dan terus berulang, ya harus diperiksa lebih lanjut.”
Ini namanya Real Diagnosis – beda jauh dari tebakan-tebakan spiritual netizen yang biasanya cuma bilang, “Itu mah kurang bersyukur.”
Setelah diperiksa, ternyata Rudi memang mengalami migrain ringan yang dipicu oleh pola makan nggak teratur, stres menumpuk, dan posisi duduk yang nggak ergonomis. Bukan karena kutukan mantan, seperti yang dulu dia curigai.
Akhirnya, Rudi pun diberi beberapa saran:
- Perbaiki pola tidur. Tidur jangan kayak maling ayam – sebentar-sebentar bangun karena notifikasi HP.
- Kurangi kafein. Kopi oke, tapi jangan sampe kayak bensin – harus diminum biar hidup.
- Rutin olahraga. Jalan kaki 30 menit sehari aja udah cukup, asal bukan dari kasur ke kulkas.
- Minum air putih cukup. Bukan cuma waktu haus, tapi jadikan itu kebiasaan. Biar ginjal lo gak protes diam-diam.
- Jangan terlalu lama di depan layar. Kalau kerjaan bikin harus menatap layar terus, coba pakai aturan 20-20-20: tiap 20 menit, liat benda 20 kaki jauhnya selama 20 detik. Ini bukan mantra, tapi trik mata sehat.
Ini namanya Balanced Living Strategy – solusi yang nggak muluk-muluk tapi efeknya real.
Beberapa minggu kemudian, Rudi datang lagi ke kantor. Kali ini wajahnya cerah, langkahnya ringan, dan yang paling mengejutkan… dia bawa salad!
“Wih, sejak kapan lo jadi plant-based gini, Rud?” tanya Budi.
Rudi cuma senyum. “Sejak kepala gue sadar bahwa gaya hidup asal-asalan itu mahal ongkosnya. Mending salad seminggu sekali daripada obat seumur hidup.”
Ini namanya Wake-Up Call – sakit kepala yang ternyata bukan hanya tanda tubuh butuh istirahat, tapi juga peringatan halus bahwa hidup lo butuh dirapikan.
Jadi, apa yang harus dilakukan ketika sakit kepala sebelah kanan?
Gampang. Jangan langsung overthinking. Dengerin dulu tubuh lo. Bisa jadi cuma butuh tidur. Bisa juga sinyal kalau ada yang nggak beres di pola hidup lo.
Dan kalau udah nyoba semua cara tapi nggak membaik?
Ya ke dokter. Bukan ke dukun, bukan ke grup WA keluarga yang isinya rekomendasi ramuan daun yang nggak jelas.
Ini namanya Respect Your Health – karena kepala lo terlalu berharga untuk terus diabaikan.
Jadi mulai hari ini, jangan anggap enteng sakit kepala sebelah kanan. Bisa jadi, itu bukan sekadar pusing… tapi kode keras dari tubuh yang bilang:
“Bro, stop. Lo capek. Gue capek. Kita semua butuh istirahat.”