Mata Kabur? Ini Penyebab Penglihatan Buram yang Harus Diwaspadai
Bayangkan Anda sedang membaca buku favorit atau menatap pemandangan indah, tetapi semuanya tampak buram, seperti tertutup kabut tipis. Penglihatan yang tidak jelas bukan sekadar gangguan sepele—ini bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan mata Anda.
Penglihatan buram bisa terjadi secara perlahan atau mendadak, dipicu oleh berbagai faktor, dari kelelahan mata akibat layar gadget hingga penyakit serius seperti diabetes atau glaukoma. Mari kita telusuri lebih dalam apa saja penyebab penglihatan buram dan bagaimana cara mengatasinya.
1. Gangguan Refraksi: Mata Butuh “Bantuan”
Penglihatan buram sering kali merupakan tanda bahwa mata mengalami kesalahan refraksi, yang berarti cahaya tidak terfokus dengan benar pada retina. Beberapa kondisi yang paling umum meliputi:
- Miopi (Rabun Jauh) – Sulit melihat objek yang jauh.
- Hipermetropi (Rabun Dekat) – Benda dekat terlihat buram.
- Astigmatisme – Pandangan kabur di semua jarak karena bentuk kornea tidak rata.
- Presbiopi – Kesulitan membaca huruf kecil seiring bertambahnya usia.
📌 Solusi: Kacamata, lensa kontak, atau prosedur LASIK dapat membantu mengoreksi gangguan ini.
2. Mata Lelah dan Terpapar Layar Terlalu Lama
Di era digital, mata kita jarang beristirahat. Paparan layar komputer dan ponsel secara terus-menerus dapat menyebabkan sindrom kelelahan mata digital, yang memicu penglihatan buram, sakit kepala, hingga mata kering.
📌 Solusi: Terapkan aturan 20-20-20 – setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Ini membantu mengurangi ketegangan mata akibat layar.
3. Mata Kering Kronis: Kurangnya Pelumas Alami
Air mata berfungsi sebagai pelindung alami mata. Namun, jika produksi air mata berkurang atau kualitasnya buruk, mata bisa terasa kering, perih, dan pandangan menjadi buram. Ini sering terjadi akibat terlalu lama di ruangan ber-AC, kurang minum, atau penggunaan lensa kontak yang tidak tepat.
📌 Solusi: Gunakan tetes mata buatan, perbanyak konsumsi air putih, dan kurangi waktu layar.

4. Infeksi dan Peradangan Mata
Jika penglihatan buram disertai mata merah, gatal, atau nyeri, bisa jadi ini akibat infeksi seperti:
- Konjungtivitis – Peradangan pada selaput mata yang membuatnya merah dan gatal.
- Uveitis – Infeksi serius yang menyebabkan nyeri dan sensitivitas cahaya.
- Keratitis – Infeksi kornea akibat bakteri atau virus.
📌 Solusi: Jangan menyepelekan infeksi mata. Segera periksa ke dokter mata jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari.
5. Katarak: Pandangan Seperti Berkabut
Katarak sering terjadi pada orang tua, ditandai dengan lensa mata yang mulai keruh sehingga cahaya tidak bisa masuk dengan sempurna ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram, terutama di malam hari.
📌 Solusi: Jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak adalah solusi terbaik untuk mengembalikan kejernihan penglihatan.
6. Gangguan Saraf dan Penyakit Sistemik
Beberapa penyakit lain juga bisa menyebabkan penglihatan buram, seperti:
- Diabetes – Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di retina, menyebabkan retinopati diabetik.
- Hipertensi – Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah di mata.
- Stroke – Jika terjadi di area otak yang mengatur penglihatan, stroke bisa menyebabkan pandangan ganda atau kehilangan penglihatan.
📌 Solusi: Menjaga kesehatan secara keseluruhan dengan makan sehat, olahraga, dan kontrol gula darah serta tekanan darah sangat penting untuk mencegah kerusakan mata lebih lanjut.
Kesimpulan: Jangan Abaikan Mata Buram!
Penglihatan buram bisa menjadi alarm tubuh bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Jangan anggap remeh, terutama jika kondisi ini muncul secara mendadak, sering kambuh, atau disertai gejala lain seperti sakit kepala, nyeri mata, atau sensitivitas cahaya.
Untuk menjaga penglihatan tetap jernih, biasakan pemeriksaan mata rutin, konsumsi makanan kaya nutrisi seperti wortel dan ikan, serta hindari paparan layar berlebihan. Ingat, mata adalah jendela dunia—rawatlah dengan baik agar tetap tajam dan sehat!